PRINSIP PRINSIP MANAJEMEN KELAS
A. Sumber pelanggaran disiplin kelas
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, W.J.S Poerwadarminta, istilah disiplin mengandung pengertian sebagai berikut : - Latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala perbuatannya selalu mentaati tata tertib di sekolah - Ketaatan pada aturan dan tata tertib.
Bpengertian tersebut di atas maka dapatlah penulis katakan bahwa disiplin adalah rasa tanggung jawab dari pihak murid berdasarkan kematangan rasa sosial untuk mematuhi segala aturan dan tata tertib di sekolah sehingga dapat belajar dengan baik. Dan juga disiplin bukan hanya suatu aspek tingkah laku siswa di dalam kelas/sekolah saja, melainkan juga di dalam kehidupannya di masyarakat sehari-hari. Dengan demikian anak yang tidak mengenal disiplin akan cenderung menjadi anak nakal/pembangkang, oleh karena itu pembentukan disiplin adalah sejalan dengan pendidikan watak.
Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi terbentuknya satu sama lain merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Diantara kedua istilah tersebut terlebih dahulu termasuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi: 114).Ketertiban merajuk kepada ketertiban seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau di sebabkan oleh sesuatu yng datang dari luar.
Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya disiplin. Menurut Ekosiswoyo dan Rahman, contoh-contoh sumber pelangaran disiplin antara lain :
1) Keadaan sekolahan,
Contohnya Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan siswa. Perbuatan seperti itu mengakibatkan siswa menjadi berpura-pura patuh,apatis atau sebaliknya. Hal ini akan menjadikan siswa agresif yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima.Guru yang membiarkan siswa berbuat salah ,lebih mementingkan mata pelajaran dari pada siswanya.
Lingkungan sekolah seperti : hari-hari pertama dan hari-hari akhir sekolah (akan libur atau sesudah libur), pergantian pelajaran,pergantian guru,jadwal yang kaku atau jadwal aktivitas sekolah yang kurang cermat ,suasana yang gaduh ,dll.
2) Dari keluarga
Contohnya Lingkungan rumah atau keluarga, seperti kurang perhatian, ketidak teraturan, pertengkaran, masa bodoh, tekanan dan sibuk urusan masing-masing.
Lingkungan atau situasi tempat tinggal, seperti lingkungan kriminal,lingkungan bising dan lingkungan minuman keras.
B. Peraturan tata tertib sekolah
Kelas harus mempunyai peraturan dan tata tertib. Peraturan dan tata tertib kelas ini harus dijelaskan dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus menerus. Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan terjadi pada siswa.
Peraturan menunjuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Misal : siswa harus mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh guru; menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya; memberi jawaban jika guru telah menunjuknya.
Tata tertib menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Misal : penggunaan pakaian seragam; mengikuti upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto, 1993:122-123).
Menurut Instruksi Menteri Pendidikan dan kebudayaan tanggal 1 Mei 1974, No. 14/U/1974 dalam Suryosubroto (2010: 81), “Tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandung sanksi terhadap pelanggarannya”. Tata tertib murid adalah bagian dari tata tertib sekolah, di samping itu masih ada tata tertib guru dan tata tertib tenaga administrative. Kewajiban menaati tata tertib sekolah adalah hal yang penting sebab merupakan bagian dari sistem persekolahan dan bukan sekadar sebagai kelengkapan sekolah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998: 37), mengemukakan bahwa: “Peraturan tata tertib sekolah adalah peraturan yang mengatur segenap tingkah laku para siswa selama mereka bersekolah untuk menciptakan suasana yang mendukung pendidikan”.
Munculnya perilaku yang menyimpang disebabkan oleh dua faktor yaitu :
1. Faktor Internal
Yaitu faktor yang bersumber dari daam diri peserta didik yang disebabkan karena inpilikasi perkembangannya sendiri, misalnya: kebutuhan yang tidak terpuaskan, haus kasih sayang dari ke dua orang tuanya, kurang cerdas, dan sebagainya.
2.Faktor Eksternal
Faktor yang bersumber dari luar diri , seperti : pelajaran yang sulit difahami, cara guru mengajar tidak efektif, situasi kelas yang tidak nyaman dan sebagainya. Untuk mengatasi perilaku yang menyimpang guru hendaknya mawas diri, meningkatkan konsep pemahaman diri.
Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalah-masalah yang dapat mengganggu terpeliharanya disiplin kelas. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori umum yaitu masalah-masalah yang ditimbulkan guru, siswa, dan lingkungan (Hollingsworth, Hoover, 1991 : 69-71).
DAFTAR PUSTAKA
Ekosiswoyo dan Rahman ,Manajemen kelas Semarang : IKIP Semarang Press.
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Maksih kak, materinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusTerimakasih. Materinya bermanfaat sekali
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusWahhh..
BalasHapusMateri kakak ini sangat bermanfaat
Terima kasih kak, sangat membantu sekali
BalasHapusSngat brmnfaat
BalasHapussangat membantu
BalasHapusMaterinya sangat bagus kak
BalasHapus